Suhu malam pun terasa berbeda, tak sesegar pada bulan-bulan lalu. Jika tak ada angin berhembus, tidur jadi kurang nyenyak karena kegerahan. Selamat datang musim kemarau!
Karena alasan itu, bukan hal aneh banyak orang mulai mantap memasang air conditioner (AC) di rumah. Namun, ada pula orang yang masih ragu, terutama dengan pikiran pemakaian AC cenderung membuat tagihan listrik naik berlipat ganda. Benarkah? Namaun sebelum pasang AC sebaiknya anda pahami hal.hal berikut ini;
Luass ruangan
Pertama, sesuaikan luas tempat Anda memasang AC dengan kapasitas kompresor AC mempertahankan suhu ruangan. Kompresor pada AC berfungsi mengalirkan refrigeran (zat penyerap panas) ke seluruh sistem pendingin.
Cara kerjanya mengubah tekanan udara yang tinggi menjadi lebih rendah. Jika suhu udara di ruangan cukup tinggi, maka kompresor harus bekerja keras mendinginkan ruangan.
Kapasitas AC bisa diukur dari besaran paard kracht (PK). PK adalah ukuran kekuatan kompresor menghasilkan besaran sumber daya dalam satuan british thermal unit (BTU) untuk mengubah suhu udara. Semakin besar BTU yang diperlukan, semakin tinggi kebutuhan PK AC.
Nah, besaran BTU terkait erat dengan luas serta kondisi ruangan. Makin luas ruangan, makin tinggi pula BTU yang dibutuhkan untuk mengatur suhu.
Kondisi yang menyebabkan hawa ruangan lebih panas juga membuat kebutuhan BTU lebih besar, misalnya, ruangan berada di lantai dua atau tembok menghadap cahaya matahari langsung.
Berikut inicontoh perhitungan biaya AC selama sebulan, namun angka di bawah ini bisa berubah ubah menyesuaikan kondisi perekonomian .
Berikut ini daftar kebutuhan listrik dari kapasitas masing-masing AC secara umum :
AC Standart AC Low Watt AC Inverter
AC 1/2 PK = 400 Watt = 320 Watt
AC 3/4 PK = 600 Watt = 530 Watt
AC 1 PK = 840 Watt = 660 Watt = 225 – 920 Watt
AC 1.5 PK = 1170 Watt = 270 – 1070 Watt
AC 2 PK = 1920 Watt = 300 – 1710 Watt
AC 2.5 PK = 2570 Watt = 350 – 2220 Watt
Contoh :
AC 3/4 PK dengan daya 600 Watt
Digunakan selama 12 jam sehari selama 30 hari
Biaya per kwh listrik Rp.800 / kwh
Maka Biaya yang dibutuhkan selama 30 hari pemakaian AC tersebut adalah
= daya/1000 x jam pakai x hari pakai x harga / kwh
= 0.6 x 12 x 30 x 800 = Rp. 172.800,- (perbulan)
Dengan mengetahui berapa biaya listrik yang membebani dari barang-barang elektronik yang kita miliki tentunya akan menyadarkan kita akan pentingnya pemakaian alat-alat elektronik tersebut lebih bijaksana
Mau pasang atau bongkar pasang AC baru atau lama silahkan hubungi kami
089 89 811 249/ 085 225 123 191
Belum ada tanggapan untuk "Menghitung Biaya Listrik Per Bulan Untuk AC"
Posting Komentar